Data Center Konsultan

Data center sudah bukan lagi menjadi hal yang baru, apalagi bagi perusahaan berskala besar. Tapi bukan berarti perusahaan skala kecil tidak perlu memiliki data center.

Data center menjadi diperlukan bagi perusahaan, yang tidak bisa mentolerir resiko terhadap bisnis, apabila transaksi elektronik atau sistem informasi mengalami gangguan.

Definisi dari gangguan diatas biasa diukur dengan availability atau uptime atau ketersediaan suatu data center secara menyeluruh dalam satu periode. Misalnya dalam 1 bulan / 30hari / 720jam, kemudian terjadi masalah selama 1 hari / 24 jam, itu berarti tingkat ketersediaan data center adalah 696/720jam = 96,6% selama 1 bulan. Bila kita dapat menghitung, Berapa Biaya Kerugian Downtime Jika Terjadi Pada Bisnis ? Maka kita bisa memutuskan data center yang ideal untuk menunjang bisnis perusahaan.

Membangun data center adalah suatu investasi, jadi perlu direncanakan dengan cermat supaya selaras dengan tujuan bisnis perusahaan. Untuk membangun data center diperlukan tenaga ahli yang berpengalaman dalam melakukan perencanaan, desain, vendor management, pelaksanaan, dan pengawasan yang baik.

Setelah data center selesai dibangun, hal yang lebih penting adalah melakukan maintenance secara berkala, dan terus melakukan improvement terhadap teknologi yang terus berkembang sehingga resiko terjadinya down bisa ditekan serendah mungkin.

Untuk memastikan tingkat ketersediaan data center, kita memerlukan tools yang disebut Data Center Monitoring System.